Tugas Pengurus Paguyuban Kelas SD

Tugas Pengurus Paguyuban Kelas SD

Seluruh orangtua/wali yang ada di satu kelas otomatis jadi anggota paguyuban kelas. Dari anggota inilah kemudian dipilih pengurus.

emperbaca

Apa orangtua bisa menolak jadi anggota paguyuban? Boleh saja, sih, tapi orangtua di satu kelas disebut sebagai paguyuban gunanya supaya mereka guyub (punya rasa kebersamaan). 

Selain itu lebih mudah menyebut orangtua dalam satu kesatuan kelas sebagai paguyuban, misalnya, 

"Ini kenang-kenangan dari paguyuban kelas 6A, Bu Guru." 
daripada seperti, 
"Ini kenang-kenangan dari orangtua kelas 6A, Bu Guru."

Jumlah Pengurus Paguyuban 


Pengurus paguyuban yang efisien cukup terdiri dari empat orang saja, yaitu ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara. Kadang ada kelas yang memilih pengurus sampai delapan orang yang terdiri dari ketua, wakil, sekretaris 1 dan 2, bendahara 1 dan 2, serta humas 1 dan 2.

Mereka memilih pengurus sebanyak itu gunanya untuk bergantian mengikuti kegiatan sekolah. Misal bulan ini si A ikut jadi panitia kemah Pramuka, kemudian bulan depannya si B jadi panitia karnaval, dan seterusnya.

Meski terkesan adil bergantian tugas seperti itu, pengurus paguyuban kelas cukuplah hanya empat orang saja supaya koordinasi dengan wali kelas juga lebih mudah.

Pengurus paguyuban kelas di SD kadang lebih aktif daripada di SMP dan SMA. Ini karena anak masih kecil dan belum bisa maksimal berpartisipasi dalam seluruh kegiatan kelas dan sekolah. 

Lalu apa tugas pengurus paguyuban? Secara garis besar tugas pengurus paguyuban SD adalah sebagai berikut.

1. Menjaga Komunikasi dan Transparansi

 

Hampir semua paguyuban kelas pada sekolah di pulau Jawa punya dua grup WhatsApp, yaitu grup yang ada wali kelas dan guru mata pelajaran lalu ada grup yang tidak ada guru dan cuma beranggotakan orangtua/wali.

Grup WA yang berisikan orangtua tanpa guru berguna untuk membicarakan urusan sekolah tanpa diketahui guru, misal saling nanya PR, membicarakan acara kelas, atau musyawarah untuk memberi kenang-kenangan saat naik kelas.

Tugas pengurus paguyuban menjaga grup WA tetap aktif dengan obrolan receh tentang pelajaran, saling menanyakan kabar, atau mengkoordinir menjenguk anggota yang sakit atau sedang berdukacita.

Pengurus (terutama ketua) juga harus memastikan tidak ada informasi dari wali kelas/guru/kepala sekolah yang disembunyikan dari anggota paguyuban.

Related: Tugas Ketua Paguyuban Kelas dan Efek Sosialnya

Karena itulah tidak perlu ada grup WhatsApp khusus pengurus karena sebetulnya tidak ada beda antara pengurus dan anggota. Pengurus cuma sebagai perwakilan kelas saja agar sekolah mudah mengordinasikan kegiatan dan program kepada orangtua/wali.

2. Menampung Aspirasi

 

Banyak orangtua yang segan dan enggan menanyakan suatu hal pada wali kelas. Entah karena mereka tidak pandai bertanya lewat WhatsApp atau malu. 

Maka pengurus paguyuban bisa jadi "moderator" yang menyampaikan pertanyaan, aspirasi, atau masukan dan saran ke guru lewat japri atau langsung di grup kepada guru. 

Meski begitu, tidak semua saran dan masukan harus disampaikan ke wali kelas. Kadang ada ide yang cukup dibicarakan di grup WA atau saat jemput anak di sekolah tanpa perlu tindak lanjut.

Saring hanya saran yang masuk akal, mewakili kepentingan anak, dan masih ada kaitannya dengan program kelas dan sekolah yang sudah diagendakan.

Saran yang tidak masuk akal, misal, karena anaknya tidak suka sarapan maka minta orangtua diadakan sarapan bersama tiap hari.

3. Berani Menagih

 

Paguyuban kelas harus punya uang kas. Besarnya ditentukan sesuai kemampuan dan kesepakatan bersama. Misal Rp25rb per bulan. Uang kas ini berguna untuk uang amplop ketika menjenguk siswa atau orangtua yang sakit atau berdukacita.

Uang kas paguyuban juga berguna untuk membiayai LKS/Modul yang ada tiap semester terutama di sekolah negeri. Jadi orangtua tidak harus mengeluarkan uang lagi. Keperluan kelas seperti sapu, pel, tisu, obat P3K juga bisa dibiayai dari uang kas paguyuban.

Di sinilah perlunya pengurus paguyuban yang berani menagih agar orangtua/wali disiplin membayar iuran supaya adil bagi mereka yang rutin membayar.

4. Bekerja sama dengan Paguyuban Kelas Sebelah

 

Pada sekolah yang tiap kelasnya lebih dari satu, misal 4A, 4B, 4C dan seterusnya, antar-paguyuban kerap bekerja sama bila ada kegiatan sekolah untuk satu angkatan, bukan satu kelas. 

Related: Program Kerja Paguyuban SD

Idealnya, pengurus di tiap kelas memberikan sumbangsihnya berupa tenaga, pikiran, atau waktu untuk membantu sekolah demi kegiatan anak-anaknya juga. Namun, seringkali kelas sebelah sulit diajak kerja sama karena pengurusnya pasif.

Pengurus paguyuban akan rempong dan mumet kalau:

1. Ketua paguyuban kelas sebelah tidak komunikatif dan transparan dengan anggotanya. Ini bikin kelas mereka tidak bisa bekerja sama dengan kelas lain karena yang aktif hanya ketuanya.

2. Pengurus paguyuban kelas sebelah sibuk semua dan anggotanya pun tidak ada yang mau menggantikan. Hal ini membuat kelas kita jadi harus yang mengurus semuanya, sementara kelas sebelah enak-enak aja.

3. Pengurus kelas sebelah ada yang merangkap jadi komite sekolah. Tipikal komite sekolah berbeda dengan pengurus paguyuban karena mereka merasa istimewa. Keistimewaan ini terjadi karena:

  • Komite Sekolah sejajar dengan kepala sekolah seperti yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016.
  • Komite Sekolah merasa kedudukannya di atas paguyuban dan orangtua lain.
  • Komite Sekolah boleh menggunakan dana BOS untuk rapat. 

Kalau ada satu kelas yang ketuanya merangkap jadi Komite Sekolah, hampir bisa dipastikan paguyubannya kurang guyub dibanding yang ketuanya tidak merangkap Komite Sekolah.

Kapan Ganti Pengurus Paguyuban?


Pengurus paguyuban bekerja setahun sekali sejak tahun ajaran baru dimulai sampai anak naik kelas. Di kelas baru ada pemilihan pengurus lagi. Orangtua boleh mengajukan nama baru atau mempertahankan pengurus lama.
 
Seringkali ketua dan bendahara paguyuban tidak ganti-ganti dari kelas 1 sampai 6 karena orangtua sudah merasa cocok. Pun karena tidak ada yang mau menggantikan mereka. Tidak apa-apa yang penting anggota paguyuban setuju.
Manfaat Study Tour Sekolah Buat Orangtua

Manfaat Study Tour Sekolah Buat Orangtua

Study tour ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia, yaitu widyawisata yang artinya perjalanan ke luar (daerah, kampus, dan sebagainya) dalam rangka kunjungan studi (biasanya berombongan) atau kunjungan dalam rangka menambah ilmu pengetahuan. 

emperbaca

Sebetulnya emperbaca lebih suka menggunakan bahasa Indonesia, tapi akhirnya menggunakan kata study tour supaya lebih nyantol di Google karena orang lebih sering mengetik kata kunci "study tour" daripada widyawisata.

Jadi demi kepraktisan kita gunakan kata study tour saja. 

Alasan Orangtua Menolak Study Tour 


Belakangan ini ramai orangtua menolak sekolah mengadakan study tour. Alasannya mahal, nambah biaya, banyak kecelakaan, dan takut uangnya dikorupsi sekolah.

Akhirnya gubernur Jabar dan Jakarta melarang sekolah melakukan study tour. Gubernur Jakarta kemudian bilang kalau mereka tidak melarang, hanya memberitahu kalau mau study tour di dalam Jakarta saja.

Benarkah study tour cuma pemborosan? Bukankah itu demi kepentingan anak sebagai bagian dari pendidikannya? Kenapa buat pendidikan anak yang dipikirkan selalu mahal, mahal? 

Ternyata study tour bukan saja bermanfaat untuk anak, melainkan juga orangtuanya. Secara tidak langsung study tour yang diadakan di sekolah melatih anak dan orangtua seperti di bawah ini.

1. Kesempatan bagi Keluarga Kurang Mampu

 

Orangtua yang ekonominya kurang mampu sulit mengajak anak mereka bepergian karena uangnya tidak pernah cukup.

Study tour jadi kesempatan berharga buat anak dari keluarga kurang mampu untuk bepergian ke tempat yang belum pernah mereka datangi. Biayanya bisa dikumpulkan dengan menabung sebulan sekali, atau minta keringanan ke pihak sekolah juga bisa.

Anak dari keluarga kurang yang belajar di sekolah negeri lumayan beruntung karena sekolah negeri biasanya tidak mengadakan study tour yang jauh. Jadi biayanya pun masih bisa diusahakan. Paling jauh mereka, kalau yang di Magelang, study tour ke Jatim atau Jakarta. Yang di Jatim study tour ke Yogya. Yang di Jakarta biasanya ke Semarang.

Orangtua yang kurang mampu bisa mengusahakan anak mereka ikut study tour karena kalau tidak lewat sekolah, mengajak anak bepergian ke tempat wisata akan sangat mahal.

2. Menciptakan Kenangan Positif

 

Bepergian dengan keluarga dan teman teman tentu beda perasaan dan kesenangannya. Anak-anak biasanya punya bestie dan ikatan pertemanan yang kuat. Jalan-jalan bersama bestie tentu menyenangkan dan membuat mereka bahagia.

Berwisata bersama bestie dan teman-teman akan memberikan pengalaman tak terlupakan pada ingatan mereka. Kenangan itu rasanya akan manis. Kenangan manis di usia muda akan membentuk mereka menjadi pribadi yang optimis.

3. Melatih Kemandirian

 

Anak sekarang beda dengan generasi sebelumnya. Anak sekarang cenderung kurang mandiri karena kita orangtuanya ingin yang serba praktis. Anak rewel, diberi HP. Anak tidak mau makan, dibujuk pakai HP. 

Sajian yang tersaji di layar HP bikin otak anak sekarang tidak terstimulasi seperti generasi sebelumnya. 

Canggihnya teknologi informasi dan digital jaman sekarang membuat anak sekarang lebih mager (malas gerak) dan kurang mandiri.

Dulu saat kita daftar SMP, SMA, bahkan daftar les semua dilakukan sendiri, tidak diantar orangtua. Orangtua ke sekolah kalau ambil rapor saja atau kalau kita membuat masalah.

Sekarang orangtua diharuskan banyak terlibat di kehidupan anak. Ada paguyuban kelas, grup WA guru dan orangtua, rapat komite sekolah, bahkan kegiatan sekolah pun mengundang orangtua.

Terlibatnya orangtua di berbagai kehidupan anak secara tidak sadar membuat orangtua enggan melepas mereka ke tempat jauh tanpa pengawasan.

Study tour bisa membantu anak dan orangtua jadi mandiri dan membangun rasa saling percaya. Orangtua percaya anak mereka tidak aneh-aneh selama study tour, dan anak percaya orangtuanya tidak punya pikiran negatif terhadap mereka.

4. Refreshing Anak 

 

Orang dewasa mengira cuma mereka yang refreshing, healing, jaga kewarasan, dan lainnya karena merekalah yang bekerja mencari nafkah. Sementara itu anak diminta belajar yang rajin dan pandai menabung.

Padalah sekolah terus juga bosan. Pengen piknik bareng ayah-ibunya, eh ayah-ibunya belum punya uang. 

Refreshing dengan teman yang paling aman, ya saat study tour sebab ada guru-guru yang mengawasi. Mereka juga diatur oleh jadwal yang ketat dan seimbang antara ibadah dan duniawi.

5. Disiplin Menabung

 

Mengikutsertakan anak ke study tour yang diadakan sekolah bisa melatih orangtua untuk memprioritaskan pendidikan anak. Study tour termasuk dalam kegiatan sekolah yang berarti termasuk dalam kerangka pendidikan anak.

Secara langsung, adanya study tour membuat orangtua jadi disiplin menabung dan menjadikan pendidikan anak sebagai prioritas teratas.

Rapat Program Sekolah

 

Di tahun ajaran baru sepekan setelah siswa masuk, sekolah biasanya akan mengundang orangtua/wali atau perwakilan paguyuban kelas untuk membicarakan agenda tahunan. Di sini biasanya dibicarakan juga rencana study tour.

Kalau mayoritas orangtua setuju, maka study tour akan diadakan. Saat rapat mengenai study tour bersama sekolah, orangtua bisa memangkas biaya apa saja yang dianggap tidak perlu.

Pelaksana Study Tour

 

Study tour bisa diurus oleh pengurus paguyuban kelas, sekolah, atau lewat biro wisata. Kalau mau menekan biaya, paguyuban boleh mengurus sendiri transportasi, tiket masuk wisata, konsumsi beserta makanan ringan, akomodasi (bila ada), dan segala tetek bengek-nya.

Related: Contoh Program Kerja Paguyuban SD

Kalau mau praktis, serahkan pada sekolah, hanya saja mungkin biayanya sedikit lebih mahal karena sekolah menggunakan transportasi dll dari tempat yang sudah biasa mereka gunakan. 

Lalu kalau mau terima beres dan serba praktis, maka biro wisatalah pilihannya. Biro wisata bisa dipilih oleh orangtua/paguyuban atau sekolah.

Rencana anggaran study tour yang sudah disepakati tidak boleh diubah lagi. Kalau ada kenaikan harga dan uangnya kurang, sekolah akan memberitahukan ke orangtua (lewat paguyuban). Nanti pengurus paguyuban yang akan memutuskan setelah berembuk dengan orangtua/wali sekelas.

Sebelum study tour terlaksana orangtua wajib bekerja sama dengan sekolah. Bicarakan kalau ada hal yang janggal atau mengganjal di hati. Sampaikan aspirasi ke pengurus paguyuban karena itu tugas mereka.

Keamanan

 

Salah satu faktor yang membuat study tour kini dipandang negatif adalah kecelakaan bus dan di tempat wisata.

Untuk memastikan keamanan anak-anak kita, jangan tergiur sewa bus murah, penginapan murah, dan lainnya yang serba murah dengan harga dibawah normal. Utamakan keamanan di tempat wisata dengan menerapkan aturan antarteman harus saling jaga. 

Jadi kalau ada satu yang berulah, teman-temannya akan mengingatkan sehingga kecelakaan bisa dihindari.

***

Study tour sudah berlangsung ada sejak generasi 1990-an. Jadi sebenarnya bukan hal baru.

Pastinya, kalau ada rasa berat di hati utarakan ke wali kelas, pengurus paguyuban, atau langsung ke kepala sekolah. Tidak perlu mengumbarnya di medsos. Niatkan study tour untuk kepentingan dan kebahagiaan anak.

Alasan Kita Memperingati Hari Guru Setiap Tahun

Alasan Kita Memperingati Hari Guru Setiap Tahun

Tentu saja kita memperingati Hari Guru untuk menghargai dan menghormati para guru yang telah membimbing, mendidik, dan menginspirasi murid-muridnya. 

Guru sering disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa karena mereka telah berkorban menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mendidik dan mengajari bermacam ilmu pengetahuan. Di sisi lain penghasilan sebagai guru amatlah minim. Tidak sebanding dengan beratnya pekerjaan menjadi guru.

Bukan cuma mengajari ilmu pengetahuan, guru juga mengajari budi pekerti seperti tidak berkata kasar kepada teman dan orang yang lebih tua. Di sekolah guru juga mengajari sopan santun dan tata krama.

Maka tidak heran kalau guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa karena bakti mereka yang tanpa pamrih dalam mendidik anak-anak Indonesia.

Di Indonesia, Hari Guru diperingati setiap tanggal 25 November. Hari ini juga merupakan hari lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Momen ini  biasa digunakan oleh peserta didik, orangtua, dan masyarakat luas untuk menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada guru-guru atas kerja keras dan dedikasi mereka.

Bentuk penghargaan dan penghormatan itu ada yang berupa pemberian buket, puisi, kado, pembuatan majalah dinding (mading), dan kegiatan lainnya untuk menghormati profesi guru.

Sejarah Hari Guru di Indonesia


Hari Guru Nasional resmi ditetapkan pada tahun 1994 oleh pemerintah Indonesia. Sejak saat itu, setiap 25 November diperingati dengan berbagai acara di sekolah, mulai dari upacara, acara penghormatan, hingga perayaan kecil yang melibatkan siswa dan guru. Di tanggal yang sama PGRI berdiri pada tahun 1945, tak lama setelah Indonesia merdeka. Organisasi ini berfungsi mewakili kepentingan para guru di seluruh Indonesia.

Tantangan Guru di Antara Gawai dan Digital


Guru masa sekarang memiliki tantangan dari peserta didik yang terbiasa dengan gawai. Sedari balita banyak orangtua yang meminjamkan gawai ke anak supaya anak tidak rewel.

Hal ini menyebabkan fokus anak pendek karena terbiasa nonton video dengan durasi pendek. Akibatnya mereka jadi tidak betah lama-lama memperhatikan pengajaran guru di kelas.

Maka banyak guru sekarang memberikan pelajaran lewat video di untuk merangsang minat belajar di kelas. Mereka juga memberikan tugas lewat WhatsApp dan Asesmen lewat aplikasi.

Di SMPN 1 Muntilan, Kabupaten Magelang, bahkan punya literasi online (LiOn) di mana peserta didik  membaca bacaan di ponsel kemudian  memberikan intisarinya juga lewat ponsel.

Itu semua merupakan cara guru untuk menyesuaikan belajar-mengajar yang sesuai tantangan zaman yang serba digital.

Guru Tidak Cuma Mengajar

 

Pekerjaan guru bukan cuma mengajar peserta didik di kelas. Salah satu yang mereka kerjakan adalah membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).

RPP adalah dokumen yang dibuat guru sebagai panduan dalam proses mengajar. RPP disusun setiap hari atau setiap kali pertemuan untuk memastikan pembelajaran berjalan efektif dan terstruktur.

Selain itu para guru juga menyusun silabus sebagai panduan pelaksanaan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran.

Guru juga membuat Rencana Penilaian untuk menentukan metode dan instrumen penilaian. Selain juga mengolah nilai untuk mengumpulkan, menganalisis, dan melaporkan hasil penilaian murid.

Masih ada beberapa tugas guru selain mengajar di sekolah. Kadang tugas diluar belajar-mengajar itu bikin guru kelelahan. Mengajar murid-murid di kelas saja sudah menguras energi dan kemampuan berpikir, apalagi ditambah pekerjaan administratif lainnya.

Jadi kalau setiap tahunnya kita memperingati hari guru tiap tanggal 25 November, itu sebagai tanda terima kasih kita kepada para guru yang punya pekerjaan sangat berat mendidik para tunas bangsa.

Cuma Beres-beres Rumah Bisa Sehat?

Cuma Beres-beres Rumah Bisa Sehat?

Cuma beres-beres rumah bisa sehat?! Bisa dong, asal dilakukan dengan hati senang tanpa ngedumel.

Ngedumel, marah, rasa tidak ikhlas, dan jengkel bisa memberi efek buruk pada tubuh, yaitu:

1. Gangguan pencernaan. Saat kita marah ada dorongan di sistem saraf untuk memotong aliran darah ke perut dan mengalihkannya ke otot-otot. Dorongan ini akhirnya berdampak pada sekresi pencernaan.

2. Sakit kepala. Bagian otak yang pertama merespon saat kita marah adalah amigdala yang ada dalam lobus temporal otak. 

Amigdala mengendalikan emosi dan respon alami terhadap ketakutan, ancaman, dan stres. Tekanan darah dan suhu tubuh pun meningkat. Napas dan jantung berpacu lebih cepat, dan pupil mata mulai membesar. 

Efek dari pelepasan hormon adrenalin dan kortisol inilah yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah karena berkurangnya asupan oksigen dan nutrisi ke otak. Inilah yang akhirnya menyebabkan kita sakit kepala saat marah.

3. Serangan jantung. Studi yang diterbitkan tahun 2015 di European Heart Journal: Acute Cardiovascular Care menemukan risiko serangan jantung 8,5 kali lebih tinggi dalam dua jam setelah ledakan kemarahan.

Ini terjadi karena respons hormonal dan kardiovaskular pada lobus presfrontal otak mulai bekerja. Tubuh lalu akan memompa kolesterol dan sekelompok bahan kimia lain yang disebut katekolamin yang mendorong timbunan lemak menumpuk di jantung dan arteri karotis.

Maka kalau sedang bersih-bersih dan merapikan rumah, sebaiknya hati kita dilapangkan dulu supaya mengerjakannya dengan senang hati dan dapat manfaat kesehatannya.

Rumah Berantakan Bikin Stres

 

Rumah yang berantakan dan kotor secara langsung dapat memicu stres. Maka tidak heran kalau selepas pulang dari liburan kita bukannya happy malah tambah stres gegara pas pulang lihat rumah dalam kondisi berantakan dan kotor.

Penyebab kita stres kalau rumah berantakan ternyata karena hal berikut.

1. Beban visual. Kompascom melansir ketika rumah berantakan otak kita harus memproses lebih banyak informasi visual. Informasi visual yang berlebihan itu membuat kita merasa kewalahan. 

2. Rasa tidak terkendali. Kekacauan di rumah bisa membuat kita merasa bahwa hidup kita juga tidak terkendali. Perasaan inilah yang akhirnya memicu kecemasan.

3. Hormon stres meningkat. Hormon kortisol (hormon yang dikeluarkan saat kita stres) pada orang yang rumahnya berantakan ternyata lebih tinggi dari yang rumahnya rapi.

Ini karena rumah berantakan memicu rasa sumpek, suntuk, dan tidak nyaman bagi yang melihatnya. Meski begitu, ada orang yang sengaja membiarkan rumahnya berantakan karena alasan kreativitas.

4. Pengaruh kognitif. Lingkungan yang berantakan bisa mengganggu kemampuan kognitif dan memori kita. Kita jadi sulit fokus untuk menyelesaikan tugas.

Maka untuk menjaga supaya suasana hati tetap baik dan terhindar dari stres, kita perlu membersihkan dan merapikan rumah secara teratur.

Beres-beres dan Merapikan Rumah Mengurangi Stres


Membersihkan dan merapikan rumah ternyata bisa dibilang olahraga juga, lho. Ini karena saat beberes dan berbenah tubuh tanpa ngedumel, tubuh kita mengeluarkan hormon endorfin yang sama seperti saat kita berolahraga.

Hormon ini mengatur perasaan senang dan bahagia, meredakan rasa sakit, meningkatkan fungsi kognitif, mendukung tidur yang berkualitas, dan bisa menjaga berat badan juga.

Lembaga psikologi Oxford mengungkap kalau beberes, bebenah, dan merapikan rumah bisa mengurangi stres. Ini karena perasaan kekuasaan yang timbul saat melakukan bersih-bersih dan merapikan rumah. Rasa punya kekuasaan itulah yang menghasilkan hormon endorfin.

Saat fokus membersihkan rumah, untuk sesaat kita lupa pada masalah dan kekhawatiran yang sedang dihadapi. Ini berguna untuk mengistirahatkan mental kita sejenak.

Kepuasan batin atas pencapaian telah membersihkan rumah juga bisa meningkatkan rasa percaya diri dan mengurangi stres. Kadar hormon stres (kortisol) dalam tubuh pun berkurang dan tubuh kita jadi sehat.

Ibu rumah tangga yang tiap hari berkutat dengan urusan rumah bisa mengambil banyak manfaat dari hal ini. Saat menyapu, mengepel, membersihkan kamar, mencuci piring dan merapikan barang yang berantakan, pasanglah musik favorit.

Sambil merapikan kita bisa sambil menyanyi supaya hati tidak kezel dan bosan tiap hari beberes melulu, bebenah melulu.

Kerapian Rumah dan Anak Balita

 

Siapa, sih, yang gak nyaman kalau rumahnya bersih dan rapi. Namun, kerapian rumah bisa diabaikan kalau kita punya anak balita.

Balita senang bermain dan bereksplorasi, jadi biarkan dia main meski rumah jadi berantakan. Yang penting dia tidak main yang berbahaya seperti api, benda yang mudah tertelan, benda yang tajam, atau benda yang mudah meledak.

Kerapian boleh diabaikan disini artinya rumah tidak harus dirapikan tiap jam. Jadi rapikan rumah pada malam hari atau saat balita tidur siang. Kalau setelah dia bangun rumah jadi berantakan lagi karena dia main, tidak apa-apa. 

Melihat rumah rapi secara tidak langsung mengajarkan balita kita bahwa kerapian dan kebersihan itu penting.

Meski kerapian boleh sedikit diabaikan, tapi kebersihan harus tetap dijaga. Kalau balita kita menumpahkan makanan atau minumannya, segera bersihkan. Kotoran yang dibiarkan bisa bikin balita terpeleset dan mengundang serangga dan bakteri yang bikin penyakit. 

Bagaimana mengatasi rasa malas membersihkan dan merapikan rumah?

Pasang musik kesukaan, tentunya. Selain itu mulailah membersihkan dari yang kecil dulu, misal menaruh buku, mainan, perabot, dan kunci motor/mobil ke tempatnya. Lalu hal berikut bisa jadi cara untuk mengatasi rasa malas saat ingin membersihkan rumah.

1. Jangan pasang target. Tidak perlu kebanyakan mikir harus selesai ini-itu hari ini. Mulai dan lakukan saja apa yang terlihat perlu dibereskan saat itu juga.

Memasang target bisa bikin kita capek duluan sebelum mulai membereskan dan merapikan rumah.

2. Ajak anggota keluarga. Minta bantuan suami, istri, anak, keponakan, atau ipar untuk membereskan sendiri piring dan gelas bekas makannya sendiri.

Katakan juga kalau mereka harus membersihkan sendiri kamarnya. Kalau mau dibersihkan orang lain maka jangan protes kalau ada barang-barang di kamar yang hilang karena terbuang.

3. Pikirkan manfaatnya. Selain dapat hasil rumah yang nyaman dihuni, pikirkan juga manfaat kesehatan jiwa-raga yang kita dapat dari membersihkan rumah.

4. Hargai diri sendiri. Setelah membersihkan rumah silakan nikmati secangkir teh sambil baca buku, menonton film, atau mendengarkan radio.

Nikmati "me time" dengan nyaman dan banggalah pada diri sendiri yang berhasil membersihkan dan merapikan rumah tanpa rasa dongkol dan ngedumel.

Tema Menghias Kelas SD

Tema Menghias Kelas SD

Menghias kelas SD merupakan salah satu tugas paguyuban kelas. Makanya perlu kesepakatan bersama orang tua mau dihias dengan tema apa kelas tersebut. Yang jelas temanya harus yang mengedukasi atau yang berhubungan dengan budaya lokal.

Biasanya ada sekolah yang memberi tema yang harus diikuti oleh kelas, msal tema wayang, tema lingkungan hidup, atau tema budaya lokal. Pada tema wayang, misalnya, kelas harus dihias dengan informasi dan pernak-pernik berbau wayang seperti punakawan atau hiasan khas Jawa.

Pada tema lingkungan hidup kelas bisa dicat hijau muda lalu dilukis pepohonan atau memakai hiasan tanaman dan bunga-bungaan. Sedangkan untuk tema budaya lokal kelas bisa dilukis dengan hal-hal yang khas dari suatu daerah.

Perlu diperhatikan bahwa menghias kelas SD tidak perlu berlebihan dengan banyak gambar dan warna. Kelas yang terlalu ramai malah bisa mengganggu konsentrasi anak-anak kita menerima pelajaran.

Related: Dekorasi Kelas Menyemangati atau Mengganggu Konsentrasi?

Menghias kelas SD juga perlu memperhatikan biaya. Besarnya biaya tergantung dari seberapa rumit kita ingin menghias kelas.

Kalau ingin melukis dinding kelas menggunakan jasa pelukis tentu lebih mahal dibanding hanya mengecat dan menghiasnya saja. 

Dalam memilih tema menghias kelas SD, ini hal yang perlu diperhatikan:

1. Luas kelas dan langit-langit

Kelas yang tidak terlalu luas dan langit-langitnya rendah sebaiknya cukup di cat saja, tidak perlu dilukis.

Manfaatkan dinding untuk menaruh absensi kelas, kalendar, jam dinding, hasil karya anak, atau kotak P3K. Kalau dinding dilukis kelas akan jadi ramai dan malah tidak nyaman untuk belajar.

Jadi perhatikan luas kelas dengan kebutuhan lain seperti kipas angin/AC, dispenser air, peralatan kebersihan, lemari, dan lainnya. Makin banyak barang maka kelas cukup dicat dan dibersihkan saja.

2. Cahaya dan penerangan

Penerangan paling baik untuk anak adalah cahaya matahari. Pastikan barang seperti lemari atau hiasan dinding tidak menutupi jendela. 

Kalau pencahayaan alami kelas kurang karena lokasi kelas di pojok atau langit-langitnya kurang tinggi, maka pasang lampu yang lebih terang supaya mata anak nyaman untuk membaca dan menulis.

3. Pojok baca

Hampir semua kelas di SD punya Pojok Baca yang berisi lemari kecil tempat menaruh buku dan ruang kecil untuk membaca. 

Pastikan cat dan hiasan di Pojok Baca tidak bertabrakan dengan hiasan lainnya. Cat, hiasan, dan ornamen yang saling bertabrakan bikin kelas jadi terlihat ruwet dan tidak nyaman.

4. Utamakan warna-warna pastel

Warna pastel seperti baby blue (biru lembut) atau mint dapat memberikan efek tenang, mengurangi stres, dan meningkatkan konsentrasi. Sementara itu warna kuning lembut juga dapat menstimulasi kreativitas anak.

Jadi baiknya hindari warna-warna cerah yang ngejreng dan pilihlah warna-warna kalem untuk cat dinding dan ornamen saat menghias kelas SD.

5. Biarkan jendela tidak dihias

Kalau bisa biarkan jendela tetap kosong tanpa hiasan supaya sinar matahari bisa masuk tanpa terhalang.

Hiasan atau penutup jendela boleh dipakai andai kelas itu langsung disinari matahari yang bikin silau mata. Kalau sudah tidak silau, buka penutup jendela dan biarkan cahaya alami masuk ke kelas.

Kalau terpaksa harus dihias, maka hiaslah dengan ornamen yang betul-betul bermanfaat buat anak misal asmaul husna, nama-nama nabi, atau nama guru-guru di sekolah.

Lukisan di Dinding

Dinding boleh dilukis atau dicat warna-warni dengan pemandangan alam khas budaya lokal atau simbol daerah, tapi pastikan dinding itu lowong tidak digunakan untuk menaruh lemari atau hiasa.

Dinding yang dilukis atau dicat indah, tapi terhalang oleh lemari, papan tulis, atau hiasan keindahannya akan terhalang. Alih-alih indah, malah bikin mata sakit karena antara lukisan dan perabotan saling terhalang. 

Paling pertama harus diperhatikan sebelum menghias kelas SD adalah biaya. Mengecat dan menghias kelas biasanya dilakukan swadaya orang tua lewat paguyuban kelas, bukan tanggung jawab sekolah.

Sekolah hanya wajib mencat kelas dengan warna standar putih atau krem. Kalau ingin ganti cat dengan warna lain ditambah gambar dan hiasan maka paguyubanlah yang melakukannya. 

Jadi paguyuban harus rembukan dulu mau dicat warna apa dengan hiasan apa. Lalu tentukan biayanya karena biaya menghias kelas SD ditanggung oleh paguyuban yang beranggotakan semua orang tua/wali yang ada di kelas itu.

Tugas Paguyuban Sekolah TK

Tugas Paguyuban Sekolah TK

Paguyuban di TK sebetulnya boleh ada boleh tidak karena masa belajarnya cuma dua tahun. Kegiatannya pun lebih banyak bermain sambil belajar karena anak TK belum boleh dipaksa belajar calistung (baca-tulis-berhitung).

Kenapa anak TK dan PAUD belum boleh dipaksa belajar calistung? Karena struktur otak mereka belum sempurna dan akan mempengaruhi kreativitasnya kelak. 

Anak yang sudah lancar calistung sejak TK (Taman Kanak-kanak) memang terlihat pintar saat masuk SD, tapi dia akan kelelahan dan menurun kemampuan akademiknya di kelas 4. 

Sebaliknya anak yang tidak dipaksa calistung akan melesat kemampuan akademiknya dan berhasil mempertahankan kepandaian akademiknya mulai kelas 4 sampai seterusnya.

Apa Beda PAUD dengan TK?

 

TK termasuk PAUD, tapi PAUD belum tentu TK. Menurut UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) No. 20/2023 Pasal 28 yang disebut PAUD adalah:

  1. Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar.
  2. Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal.
  3. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk taman kanak-kanak (TK), raudatul athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat.
  4. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat.
  5. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

Jadi bisa disimpulkan kalau TK termasuk kedalam PAUD karena PAUD adalah wadah bagi semua pendidikan sebelum anak masuk SD.

Tugas Paguyuban Sekolah TK

 

Bagaimana dengan paguyuban TK? Paguyuban TK dibentuk kalau memang diperlukan berdasarkan kesepakatan orang tua dan guru. Kalau di TK tidak ada paguyuban juga tidak apa-apa.

1. Membantu guru menyediakan kelengkapan belajar. 

Kelengkapan belajar biasanya sudah didanai dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang diberikan pemerintah untuk sekolah.

Namun, kalau diperlukan orang tua boleh iuran untuk membelikan alat peraga, misalnya, atau alat tulis untuk mengajar di kelas, alat musik, atau lainnya.

2. Membantu sekolah menyiapkan outing class.

Paguyuban bisa membantu menyewakan transportasi dan konsumsi kalau sekolah akan mengadakan outing class.

Related: Beda Outing Class, Outbound, dan Piknik pada Anak Sekolah

Kalau semua diserahkan pada sekolah juga tidak apa-apa, yang penting orang tua dan sekolah bisa berembuk berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk outing class tersebut.

3. Membantu sekolah mengomunikasikan kegiatan dan program kelas pada orang tua yang bekerja.

Adakalanya seorang ibu tidak bisa mengantar-jemput anak mereka karena harus bekerja. Pengurus paguyuban sekolah TK bisa memberitahukan rencana kegiatan dan program kelas atau sekolah kepada para ibu yang bekerja tadi.

Dengan begitu para ibu bekerja tidak ketinggalan info dan keguyuban antarorang tua pun terbentuk.

4. Memberi kenang-kenangan pada guru dan sekolah saat anak lulus

Memberi kenang-kenangan pada guru dan sekolah sifatnya sukarela sebagai bentuk apresiasi karena guru telah mengajar anak kita.

Kalau semua orang tua setuju untuk iuran maka kenang-kenangan bisa diberikan atas nama paguyuban. 

Siapa saja guru yang diberi kenang-kenangan juga disesuaikan dengan kesanggupan dana yang dimiliki paguyuban. Jadi boleh memberikan untuk guru perorangan atau lewat kepala sekolah.

5. Menjaga nama baik sekolah

Orang tua yang tergabung dalam paguyuban sebisa mungkin ikut menjaga nama baik sekolah. Caranya dengan tidak menjelekkan guru dan sekolah.

Kalau ada hal yang bikin jengkel langsung komunikasikan dengan wali kelas atau kepala sekolah supaya terselesaikan tanpa adanya campur tangan yang malah bikin keruh.

Kepengurusan Paguyuban Sekolah TK

 

Pengurus paguyuban di TK atau PAUD dipilih berdasarkan musyawarah. Orang tua juga bisa mengajukan diri menjadi pengurus paguyuban kalau memang mampu.

Paguyuban bisa ganti pengurus setahun sekali di tiap tahun ajaran baru. Bisa juga tidak ganti pengurus sejak anak masuk sampai lulus TK karena alasan praktis dan efisien. Pastinya pengurus paguyuban TK atau PAUD tidak digaji, ya, sebab ini adalah kerja sosial.

Orang yang jadi pengurus paguyuban biasanya orang yang suka berorganisasi dan melakukan kegiatan sosial. Tidak jarang ada dari mereka yang nombok demi lancarnya kegiatan paguyuban.

Kalau kita ingin jadi pengurus paguyuban kita harus siap berhadapan dengan orang dari bermacam latar belakang.

Kita juga tidak boleh gampang baper andai ada orang yang terlalu blak-blakan atau yang karakternya bertolakbelakang dengan kita.